19 Mei 2009

Mereka Ingin Dimengerti

=======================

Jumat, 100409 19.02 WGH
=======================
Wanita memang sulit dimengerti, Meski notabene mereka ingin dimengerti.
Aku bilang Aku Mencintaimu. Apa Jawabanmu.
Ia diam. Bahkan Tanpa Ekspresi Menerima atau menolak Cinta Ini.
Diam dan Hanya Diam.
Lalu Pergi Diam diam Pula.
Aku Tak tahu apa setelah itu dibelakangku Kau akan Tersenyum-senyum simpul bahagia, Menangis, Marah, atau malah tertawa terbahak-bahak dengan Nada sinis.
Ya. aku tak cukup tahu tentang itu. sekali lagi aku bukan Dedy Corbuzer yang bisa membaca pikiranmu.
Atau Itu hanya Kembali membuktikan bahwa aku memang Aneh.
Ya. aku mungkin termasuk golongan Orang yang Klasik.
Suka tulis puisi. Puisi cinta dan coba aku kirimkan ke seorang wanita lalu tunggu dia bilang apa.
Ada yang bilang ” So Sweet!!”, “Co Cuit!”, “Kamu Melankolis banget”, ada yang terharu, ada yang biasa saja. ada nyang bilang “Thanks You”, ada yang serius menanggapi sampai nangis, ada yang marah, “Hari gini Kok masih ada ya Pria Seperti Kamu!” bahkan ada yang bilang ” Kamu Basi!”. terus aku jawab Samadong. Aku Juga suka nasi basi. Eh Loh Ih @#!??.
=======================
Jumat, 100409 02.02 WGH
=======================
dari tulisan yang dikirimkan oleh temannya aku akhirnya tahu bahwa wanita yang telah bersedia meneteskan Air matanya untukku. Ia adalah Harita Wijayanti R.
Aku tidak pernah tahu itu sebelumnya. aku pernah dengar langsung darinya beberapa minggu yang lalu. dia bilang sedang dalam perjalanan pulang katanya dia stress di Makassar. sya juga tidak berani tanya penyebabnya apa. Memang sih beberapa hari sebelumnya dia sempat marah saya. saya tau waktu itu Dia marah sambil menangis. itu gara-gara saya tidak pergi ngajar ke Pak Sukiman. saya tidak pergi karena lagi sakit. Dia bilang saya terlalu mendramatisir masalah. saya jadi Stress. dia bilang sudah satu litermi ini air mataku. Dari kata-katanya Dia Pasti menyangka aku ada di Rumah Rosdiana L. padahal aku lagi perbaiki komputer temannya yang namanya Noer fitri Ibrahim. temannya itu minta tolong komputernya diperbaiki. katanya Power suplynya Rusak. saya ingat hari itu adalah sehari setelah Ibu teman saya yang bernama Yusdayana Meninggal dunia. karena dia juga menghubungi Hasbullah yang saat itu sedang berada di Tator.
=======================
Jumat, 100409 00.06 WGH
=======================
ujung waktu yang manis dia ungkap kata yang terlalu suci untuk dipermainkan, tak kusangka hadir dimalam yang sepi seperti malam ini, kulayangkan bahagia karena pertanyaanku terjawab sudah.
=======================
Kamis, 090409 03.41 WGH
=======================
Aku tiba-tiba terbangun dari lelap tidur.
segera aku tekan tombol power komputer. aku lanjutin belajar program java pake Netbeans.
Judulnya tentang Swing Makeover. yah kurang lebih tentang mempercantik tampilan Window dengan java gitu deh.
pas aku sudah lelah dan pusing, aku sms sang Inspiratorku di 085240089098. aku juga sempat sms Rhiny sekalian tanya-tanya bagaimana kabar tugas akhirnya.

Andai Dia Tau

Ada seorang teman yang pernah

Mengatakan rasa irinya kepadaku

Karena teman-teman begitu gampangnya

Menceritakan semua masalahnya kepadaku

Aku langsung tertunduk dan tertawa getir,

Sungguh lucu…

Dia iri pada hal yang seringkali melukaiku.

Andai saja dia tau

Bagaimana rasanya ditinggalkan

Tiap kali masalah mereka terpecahkan

Andai saja dia tau

Bagaimana rasanya menjadi tempat persinggahan

Yang setiap saat harus siap ditinggalkan

Dia juga pernah mengungkapkan

Rasa irinya terhadapku

Karena kemampuanku mengendalikan diri

Dalam menghadapi masalah

Karena aku bisa menghadapi

Masalah seberat apapun dengan senyuman

Andai saja dia tau

Betapa perih memendam rasa

Betapa tragis menyimpan semuanya sendiri

Betapa sunyinya kesendirian dalam gelak tawa

Andai dia tau…

Satu hal yang belum sempat kukatakan padanya

“Aku sangat iri, karena dia bukan aku”.

Maaf Sebelumnya Karena Tulisan Ini Aku Curi tepatnya Aku ambil tanpa Izin dari Direktori seorang Teman. Semoga dia dapat mengerti”

LIHAT! KUBURNYA TELAH KOSONG!!

LIHAT! KUBURNYA TELAH KOSONG!! PDF Print E-mail
Written by Leonard Giarto
Tuesday, 06 May 1997
(Sebuah Refleksi atas pementasan Paskah GKILake)

Begitu terdengar teriakan Sang "Batu Kubur" tersebut, alunan musik yang menegangkan mendadak berhenti, berganti dengan nada meriah dari "Celebrate Jesus Celebrate". Lampu sorot yang dulunya menerangi sosok kebingungan "Kain Lenan" dan "Batu Kubur" mendadak menyorot terang para anggota Vocal Group Gabungan Remaja - Pemuda - Tentmakers yang berlarian ke atas panggung. Kemudian, dengan suara lantang dan wajah gembira penuh senyum kemenangan, mulailah mereka menyuarakan pujian menyambut kebangkitan Tuhan.
Sebelumnya, kira-kira selama setengah jam, jemaat telah dibawa ke alam kekecewaan dan kesombongan dari "Jubah Ungu", "Mahkota Duri", "Salib Tua", "Paku", "Kain Lenan", dan "Batu Kubur". Masing-masing seolah-olah telah menjadi benda-benda intelektual yang dapat mengutarakan pendapat mereka tentang Yesus yang disalibkan dan mati. "Jijik aku benang- benangku menjadi kusut " keluh Sang "Jubah Ungu" yang borjuis. "Bingung aku lebih baik, menikmati di kepala yang berdarah." kata Si "Mahkota Duri" yang tak berpendirian. "Semuanya sia-sia coba kalau orang ini lebih bijaksana dulunya " komentar si "Salib Tua" yang menganggap dirinya telah banyak makan asam garam dunia. "Akulah yang paling berjasa atas kematian orang ini " teriak Sang "Paku" berdarah dingin. Dan setelah itu semua, perubahan yang terjadi dengan kebangkitan Kristus terasa sangat mendadak, dan terlalu cepat. Setelah lagu terakhir "He Is Alive" dinyanyikan dengan megah oleh Vocal Group Gabungan, usailah Kebaktian dan Perayaan Paskah di GKI Lake.

Masih ingatkah Saudara akan kebaktian hari itu? Apa kesan Saudara? Joyful Celebration? Di akhir perayaan: Ya! Membingungkan? Mungkin. Kebingungan. Mungkin itu juga yang dialami oleh para wanita dan para murid pada hari Minggu subuh dua ribu tahun yang lalu. Yesus telah mati, tapi kuburNya kosong! Setelah dengan mendetail ke empat penginjil membeberkan minggu terakhir Yesus: dari masuknya Yesus ke Yerusalem dengan sambutan meriah, pembersihan Bait Allah dari pedagang-pedagang, argumentasi Yesus dengan para pemimpin agama, perjamuan Paskah, Yesus dikhianati sampai akhirnya disalibkan, mati, dan dikuburkan; tiba-tiba segalanya berubah.

Tiba-tiba apa yang ditulis oleh penginjil yang satu tidak lagi cocok dengan yang ditulis penginjil yang lain. Siapa yang datang ke kubur Yesus pagi itu? Hanya ke dua orang Maria? Ataukah ada Salome bersama mereka? Apakah batu kubur itu terguling di depan mata para wanita tersebut, atau sudah terguling sebelum mereka tiba di lokasi kubur? Ada berapa malaikat yang menampakkan diri? Satu, seperti ditulis oleh Matius dan Markus, atau dua, seperti ditulis oleh Lukas? Siapa yang kemudian masuk ke kubur, Petrus seorang diri? Atau didahului oleh Yohanes?

Para penginjil ini seolah-oleh ingin menyampaikan kabar gembira kebangkitan Yesus itu dengan cepat tanpa menunda-nunda lagi. Seolah-olah dalam kegembiraan dan kebingungannya mereka tak lagi dapat mengingat alur kejadian sebenarnya. Dan mereka juga tak ingin membuat- buat cerita agar dipercaya orang. Satu kesamaan dari tulisan ke empat penginjil mengenai peristiwa kebangkitan Yesus adalah bahwa para wanitalah yang pertama menyaksikan kubur kosong dan Yesus yang bangkit; tak menghiraukan kenyataan bahwa menurut adat Yahudi pada masa itu, kesaksian yang diberikan oleh wanita tak ada kekuatan hukumnya. Kebangkitan Yesus, oleh karena itu, ditulis tidak dengan dorongan apologetika, tapi ketulusan, kesukacitaan, dan keheranan yang dalam. "It is a message too good to be true, but a message so good, it has to be true," kata Philip Yancey (kolumnis Christianity Today). Dan kadang kala orang Kristen sekarang lupa akan pesan ini.
Kebangkitan Yesus adalah satu-satunya kejadian sejarah yang dapat - dan seharusnya - mengubah hidup kita . Bukan sekedar sesuatu yang musti kita perdebatkan kebenarannya . Berdasarkan fakta - fakta sejarah dan ilmu pengetahuan serta logika , kebangkitan Yesus adalah sesuatu yang tak dapat disangkal lagi . Mungkin ada sementara orang yang masih tak percaya akan kebenaran peristiwa itu , tapi itu adalah mereka yang memilih untuk tidak percaya . Sama dengan teori evolusi , di mana seorang profesor biologi ternama pernah berkata bahwa dia sadar akan kelemahan teori evolusi , tapi dia memilih untuk percaya sesuatu yang mungkin tidak benar , daripada harus percaya pada sesuatu yang tidak masuk akal - yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta.

Banyak orang Kristen sudah pernah mendengar atau membaca argumentasi yang membuktikan kebenaran kebangkitan Yesus . Banyak yang sudah mengerti - secara akal budi . Tapi banyak yang hanya berhenti sampai di situ . Alkitab menunjukkan para rasul yang lari ketakutan ketika Yesus ditangkap . Petrus bahkan sampai menyangkal kenal dengan Yesus ketika ditanya oleh hanya seorang hamba . Tapi para rasul yang sama , kemudian , setelah kebangkitan Yesus dan menerima Roh Kudus, berani memberitakan kabar gembira ini ke seluruh penjuru dunia . Petrus yang pernah menyangkal Yesus jadi berani menyatakan iman kepercayaannya di depan para pemimpin agama ( Kisah Rasul 4). Tradisi mengatakan mereka semua mati sebagai martir . Banyak orang Kristen mencela Thomas si skeptik yang tak mau percaya kebangkitan Yesus sampai bukti kebangkitan itu berdiri di depannya . Tapi bisakah kita bahkan menjadi Thomas? Dalam Yohanes 20:28 dikatakan ketika Yesus menampakkan diri di hadapan Thomas, Thomas yang kritis dan penuh logika itu mendadak sontak menyembah Yesus dan berkata , " Tuhanku , Allahku ." Jika kita tak mengerti bukti - bukti kebangkitan tapi percaya , itulah yang Yesus inginkan . Tapi jaman sekarang ini banyak orang Kristen hanya manggut - manggut saja ketika disodori bukti - bukti kebangkitan Yesus . Dapatkah kita yang telah mendengar atau membaca bukti - bukti tersebut , jatuh berlutut , dan dengan penuh penyesalan menyembah Yesus dan berkata seperti Thomas, " Tuhanku , Allahku ."? Tidak hanya sampai di situ , Thomas juga akhirnya sama seperti para rasul yang lain, memberitakan kabar keselamatan ini dengan gagah berani . Hidupnya telah diubah . Thomas yang lama sudah mati . Thomas yang baru telah bangkit . Sudahkah hidup kita yang lama - hidup di dalam dosa , betapa pun remeh dan tersamarnya dosa kita itu - mati bersama Yesus di atas kayu salib ? Ataukah kita memaksa Tuhan untuk disalibkan untuk ke dua kalinya ?

Penulis novel Quo Vadis menuturkan bahwa pada saat Petrus melarikan diri dari penganiayaan Kaisar Nero, tiba - tiba Tuhan menampakkan diri di tengah jalan . Petrus yang terkejut hanya bisa berkata , "Quo vadis , Domine?" atau " Tuhan , mau kemana ?" Dan Tuhan menjawab bahwa Ia akan ke Roma untuk disalibkan untuk ke dua kalinya , karena tak ada yang mau pergi atas namaNya . Alkisah Petrus pun sadar dan membalik badan , kembali ke Roma sampai akhirnya mati disalibkan dengan kepala di bawah . Sudahkah hidup kita yang sekarang ini merupakan Yesus yang hidup dalam kita , perbuatan - perbuatan kita adalah cerminan kehendakNya ?
Paskah telah cukup lama lewat . Tapi sudahkah semangat Paskah tinggal dan mengubah hidup kita ? Kebangkitan Yesus adalah kemenangan umat percaya yang dicapai melalui jalan yang sangat sukar dan memedihkan bagi Tuhan - sesuatu yang kita sekarang sering lupa . Kita sering hanya menganggap " Tidak heran Yesus bangkit , bukankah Dia Tuhan ?" Ya. Dia Tuhan . Tapi untuk mencapai kebangkitan itu , Tuhan harus mengalami penderitaan jiwa dan fisik yang tak tertandingi pada saat Dia seratus persen manusia . Itulah sebabnya ke empat penginjil memberi tekanan pada peristiwa di saat - saat terakhir kehidupan Yesus sampai di atas kayu salib . Satu - satunya bagian " Pengakuan Iman Rasuli " yang membicarakan kehidupan Yesus hanyalah sepotong " menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus , disalibkan , " Ya. Di atas kayu saliblah janji Tuhan digenapi , sebagai kisah kasih yang terbesar dalam sejarah - seperti kata-kata terakhir narator pada Kebaktian dan Perayaan Paskah yang lalu - tertulis dengan darah !

Dua Macam Kesombongan Manusia

Ada banyak kesombongan manusia. Ada orang yang senang menyombongkan hartanya, ada juga orang yang menyombongkan kekuasaannya, ada yang menyombongkan ilmu pengetahuannya, kecantikannya, kesalehannya dan masih banyak lagi. Di antara sekian banyak kesombongan itu, kalau dirangkum muaranya mungkin cuma ada dua yaitu :

Yang pertama adalah menyepelekan atau menisbikan Tuhan (baik disengaja atau tidak sengaja) Sedangkan Kesombongan pada sisi sebaliknya adalah sok tahu terhadap Tuhan.(baik sengaja atau tidak sengaja)

Inilah Cerita-cerita tentang Kesombongan Tipe Pertama :

Kisah tenggelamnya kapal Titanic mungkin bakal jadi kisah klasik yang bakal terus diingat banyak orang. Sebuah kapal raksasa, kapal maha canggih pada jamannya yang dikabarkan tidak mungkin bisa tenggelam – secara ironis pecah terbelah dan tenggelam dalam pelayaran pertamanya. Apa yang dianggap sebagai karya maha canggih pada jaman itu (sehingga katanya tidak bisa tenggelam) ternyata berdasarkan penelitian ilmuwan sekarang dianggap menyimpan cacat teknis yang sangat serius yang agaknya tidak disadari. Jenis logam yang dipakai pada jaman itu adalah tipe yang mudah retak pada suhu yang sangat dingin. Baja yang secara umum kesannya kuat, dalam suhu yang sangat dingin telah berubah menjadi rapuh seperti gelas kaca.

Gedung WTC yang digembar-gemborkan oleh para arsiteknya kuat menahan serangan teroris, secara ironis runtuh oleh sebuah serangan dari atas. Pesawat berbahan bakar penuh ditabrakkan ke bagian atas menara menimbulkan kebakaran hebat yang meruntuhkan bangunan atasnya. Kerangka baja di bagian atas memuai lepas sambungannya satu persatu akibat efek panas yang luar biasa, akibatnya lantai paling atas runtuh, kemudian satu demi satu lantai demi lantai runtuh menjatuhi lantai-lantai di bawahnya. Dalam sekejab saja bangunan tinggi yang kabarnya dirancang anti-teroris itu hampir rata dengan tanah.

Bangunan-bangunan yang dikabarkan tahan gempa di Jepang, malah runtuh oleh gempa skala kecil. Skala Richter(besaran gempa) ternyata bukan satu-satunya ukuran yang berpengaruh terhadap keruntuhan sebuah bangunan.

Sesuatu yang seringkali dianggap hebat ( tidak terkalahkan ) oleh manusia justru diruntuhkan oleh masalah-masalah yang kelihatannya justru sangat sepele. Ibaratnya Mike Tyson pun bisa jatuh gara-gara terpeleset kulit pisang.

Inilah Cerita tentang Kesombongan Tipe Kedua :

Sebuah kisah dibalik penemuan Pesawat Terbang. Alkisah di suatu masa menjelang penemuan/penciptaan pesawat terbang oleh Wright bersaudara. Para agamawan pada waktu itu mencibir ide manusia dapat terbang. Mau tahu apa kata mereka ? Mereka berkata seperti ini : Andai Tuhan ingin manusia dapat terbang – tentu Dia sudah memberi kita ….sayap.

Pada jaman sekarang dimana sudah terbukti bahwa manusia dapat terbang bahkan dapat terbang sampai ke keluar angkasa, Jawaban terhadap para “Wakil Tuhan” tersebut mungkin seperti ini : “Ya, tentu saja Tuhan ingin manusia dapat terbang, karena itulah Dia memberi kita….. Otak ! “

Entah bagian Kitab Suci yang mana yang mereka tafsirkan sehingga mereka malah mewajibkan Tuhan harus memberi sayap kepada manusia bila ingin manusia dapat terbang. Serta Entah kapan pula mereka pernah menjadi Tuhan ?

Kisah lain yang juga pernah terjadi tentang kesombongan tipe kedua, terjadi pada jaman Galileo. Galileo dipenjarakan bahkan hampir dihukum mati karena dia mendukung ide yang menyatakan kalau bumi bergerak mengelilingi matahari. Konsep Bumi bergerak mengelilingi matahari atau Heliosentris dianggap konsep sesat oleh agamawan pada waktu itu, karena ada ayat dalam Kitab Suci yang mengatakan bahwa manusia adalah penguasa bumi atau kafilah di muka bumi.

Berdasarkan logika agamawan jaman itu : Karena manusia adalah penguasa atau pengatur alam semesta, sedangkan bumi adalah tempat tinggal manusia – maka tidak bisa tidak, pusat alam semesta adalah bumi.

Karena merasa sebagai “wakil Tuhan” para agamawan merasa berhak meluruskan apa yang mereka anggap sesat dengan cara mereka sendiri. Sayangnya sejarah dan ilmu pengetahuan modern kemudian membuktikan bahwa merekalah yang harus memperbaiki cara mereka dalam menafsirkan Kitab Suci. Tidak ada satu ayat pun dalam Kitab-kitab Suci agama Samawi (baik Yahudi, Kristen, maupun Islam) yang mengatakan kalau bumi adalah pusat alam semesta.

Para ahli tafsir belakangan ini ( yah mungkin saja karena mereka sekarang sudah makan sekolahan ^_^ ) menafsirkan model ayat semacam di atas bukan sebagai Hak istimewa bumi sehingga bumi adalah pusat alam semesta – melainkan justru menekankan pada kewajiban manusia untuk mengelola bumi sebaik-baiknya. Manusia sebagai pengatur bukan berarti segalanya menjadi manusia sentris atau bumi sentris – tetapi manusia justru berkewajiban mengelola bumi dan alam semesta sebaik-baiknya. Sebuah konsep yang lumayan ideal – yang sayangnya entah kenapa tidak terpikirkan oleh para agamawan pada waktu itu.

Masa demi masa telah berganti. Kisah-kisah klasik seperti di atas masih diceritakan orang.

Tuhan dengan caraNya sendiri agaknya selalu berbaik hati mengingatkan manusia. Tetapi entah mengapa kesombongan demi kesombongan yang sama terus saja kita lakukan.

Ada pejabat yang senang menginjak bawahan menjilat atasan, ada penguasa yang lupa kalau kekuasaan itu adalah amanat yang berat dari Tuhannya, banyak juga tokoh-tokoh agama yang berkata, bertingkah laku seolah-olah mereka itu Nabi bahkan Tuhan sendiri. Perkataan : “Andai Nabi…, Andai Tuhan” menghiasi banyak sekali khotbah dan buku-buku agama.

Kita bahkan merasa berhak menganiaya bahkan membunuh orang lain dengan mengatasnamakan Tuhan. Nama Tuhan kita besarkan dengan korban darah manusia lain – seolah-olah Tuhan kita adalah sejenis butho ijo atau dedemit yang butuh persembahan darah manusia.

Kata-kata suci terus saja didengung-dengungkan oleh orang-orang yang mengaku wakil-wakil Tuhan.

“Ini bukan omongan Bapak, lho. Ini tertulis dalam Kitab Suci.”

“Andai Tuhan menginginkan X maka seharusnya Y bukan Z . Karena yang Dia lakukan Z maka ….”

“Andai Nabi menginginkan A maka yang Dia lakukan adalah B bukan C.”

“Andai…bla..bla..bla, maka bla…bla…bla.”

Saya kok jadi mendadak teringat lirik sebuah lagu :

“Andai ahhh…ahhh…ahhh ahhh…ahhh, ku jadi orang kaya….”

“ Andai..ahhh…ahhh…ahhh…ahhh…ahhhh……”

“Andai..ahhh….ahhh….ahhh.ahhhh…ahhhh…….”

“Andai….”

Yah….sayangnya kok ya cuma andai……-

+ “ Eh ..ngomong-ngomong. – Andai lo jadi Tuhan, apa yang lo lakuin ?? “

- “ Ah, yang bener aja Men, masak gue jadi Tuhan sih…”

+ “ Hmmmm…..Kayaknya lo punya potongan deh….”

- “ Hah ???

Eh,……Lo kaleee…- gue enggak. …..”

SALAM untuk Semua Makhluk Ciptaan Tuhan.
KESOMBONGAN PDF Print E-mail
Written by Theo W. Setia
Tuesday, 06 May 1997
Kesombongan adalah sikap yang memandang rendah, atau mengecilkan usaha, pemikiran atau apa saja yang dicapai orang lain, kemudian timbul kecenderungan untuk membandingkan usaha orang lain dengan sisi keberhasilan yang dia capai, tetapi menutupi kekurangan diri sendiri. Perasaan lebih tinggi ini akan menyebabkan hilangnya kesempatan untuk mendengar pandangan luar, sehingga bila berlarut wawasanpun menjadi sempit.

Wayne D Calloway, seorang c.o.e. dari PepsiCo mengatakan bahwa kesombongan merupakan alasan utama yang menjadi sebab kegagalan seorang manajer untuk meningkat kepada potensi yang seharusnya dapat dia capai, seterusnya dia berkata: "Arrogance is the illegitimate child of confidence and pride. Arrogance is the idea that not only can you never miss shooting a duck, but no one else can ever hit one."

Salah satu pernyataan Socrates yang baik untuk direnungkan: " You are wise only when you are humble, the very bit of wisdom and the prerequisite for all others is the realization that we are not wise.", kemudian pernyataan St. Bernard ketika ditanya mengenai 4 kebajikan utama yang harus dilakukan, maka jawabnya adalah: “Kerendahan hati, kerendahan hati, kerendahan hati dan kerendahan hati.
Tuhan memberikan kemampuan kepada kita berbeda-beda, yang diberi kemampuan lebih tinggi pada satu bidang tidak harus sempurna dalam lapangan lain, tetapi kesadaran ini sering buyar, tertutup oleh pembatas pandangan yang hanya sejauh diri sendiri.

Sekitar dua puluh tahun yang lalu, beberapa orang pimpinan sebuah gereja di Indonesia merasa bahwa mereka telah memberikan banyak persembahan untuk sebuah proyek, tetapi toh dana masih belum cukup, mereka lalu berbincang-bincang. Didalam pembicaraan itu, antara lain keluar kalimat seperti ini: " Kita sudah memberi banyak, tetapi jemaat kurang punya kesadaran untuk memberi, karena itu perlu diberikan motivasi yang lebih tinggi." Belum sempat ditemukan cara pemberian motivasi yang baik, seorang janda pemilik warung jamu yang kecil membawa sebongkah emas, hasil dari tabungan bertahun-tahun. Akibat pemberian ibu ini, keluar pernyataan baru; “Kami merasa tertempelak, kami salah menilai, ......"
Mari kita merenungkan beberapa pernyataan dibawah ini:
- Karena saya mau berusaha, maka Tuhan memberikan berkat, kesulitan selalu terjadi pada orang-orang yang tidak mau berusaha. ( Lalu bagaimana dengan Ayub yang mengalami banyak kesulitan )
- Saya bersyukur karena Tuhan memberikan kepandaian yang lebih tinggi dari teman-teman lain. (Banyak profesor yang hanya sempat berbicara tentang ilmunya tetapi tidak tentang dirinya)
- Pendapat saya lebih baik karena didukung oleh pengalaman bertahun-tahun dalam bidang yang saya kuasai. (Penelitian terbaru belum sempat dibaca)
- Orang berdosa perlu merasakan akibat dari perbuatannya, kalau kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan, kita pasti tidak akan berbuat dosa seperti itu. (Hanya Tuhan yang tidak berdosa)
- Jemaat yang mengasihi gereja, pasti akan datang pada acara persekutuan doa . (Ada yang tidak punya kesempatan untuk hadir dalam persekutuan tetapi jauh lebih banyak memberikan pelayanan kepada orang lain)
- Pemimpin-pemimpin gereja kurang berpengalaman, saya malas untuk dipimpin orang-orang macam itu. (Dipersilahkan untuk berbagi pengalaman, memberikan saran-saran bijak untuk pertumbuhan bersama)
- Orang Kristen yang benar pasti dicukupi Tuhan dalam segala perkara, kesulitan yang dia hadapi adalah karena dia kurang pasrah. (Yang dipandang hidup di dalam kesulitan kog ada saja yang lebih banyak senyumnya)
Banyak pernyataan-pernyataan lain yang mengandung setengah kebenaran, tetapi tidak didukung oleh pemahaman secara keseluruhan, dan didasari oleh perasaan bahwa keadaan atau pandangan sendiri yang lebih baik.
Pada suatu ketika bahkan murid-murid Yesuspun sempat mempersoalkan siapa yang terbesar diantara mereka. Menyadari kesalahan ini, maka pada waktu Yesus menanyakan pembicaraan mereka, semua terdiam, lalu Yesus berkata: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." (Markus 9:33-37) . Masih belum sadar dengan pelajaran ini, bandingkan dengan pembicaraan didalam Markus 10:35-45, sekarang 2 orang murid malahan ingin menduduki tempat yang terutama disurga, kalau tadi mencari siapa yang terbesar didunia, sekarang siapa yang terbesar diakherat. Murid yang lain marah, suatu reaksi normal terhadap orang yang sombong, bukan karena mereka tidak sombong, tetapi biasanya reaksi ini juga didasari oleh sikap yang sama sombongnya, karena merasa kedudukan yang layak untuk dia telah diminta oleh orang lain, bukankah argumentasi ini didukung oleh pasal 9 yang menunjuk pertengkaran mereka ?

Cukup banyak ayat-ayat didalam Alkitab yang menolak kesombongan, beberapa diantaranya : I Samuel 2:3: "Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu...", Yeremia 9:23: " Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya", Filipi 2:3: "....Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri." Kita tahu bahwa Tuhan (dan manusia) sebel terhadap kesombongan, dekat dengan orang yang sombong kita tidak suka, tetapi kita sendiri sering tidak sadar bahwa kita memasuki derajat yang sama atau lebih tinggi (sombongnya). Beberapa ayat akan menolong kita untuk mencari batas dimana kita sedang berada. Ulangan 8:14,18, mengingatkan kembali untuk menyadari bahwa yang kita miliki berasal dari Tuhan. Yeremia 9:23 memberikan peringatan untuk tidak membicarakan keberhasilan kita. Lukas 14:8, membatasi penempatan diri pada posisi yang menonjol. Lukas 20:46, jangan menuntut penghormatan, Roma 12:3, mengajarkan untuk tidak memikirkan diri lebih tinggi dari yang patut dipikirkan, Roma 12:16, jangan merasa diri lebih pandai, II Korintus 10:12, memberikan contoh untuk tidak mengukur dengan ukuran diri sendiri.

Pada suatu situasi lain, mungkin kita sadar bahwa kita perlu berubah, tetapi kok tidak mudah. Ya, tentu saja tidak gampang, kita cuma sebegini, sedangkan Paulus pun mengalami kesulitan dalam usahanya untuk berbenah diri

17 Mei 2009

Siapa yang Mau Beli Pesawat?

Dalam sebuah kunjungan ke Amerika Serikat, pertengahan tahun 2000, Gus Dur antara lain bertemu dengan eksekutif puncak Boeing, industri raksasa pesawat terbang. Orang pun bertanya-tanya, apa pula urusannya Gus Dur dengan pembuat kapal mabur itu? Emangnya dia ahli pesawat terbang seperti Habibie?


Akhirnya Kepala Protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi mengungkapkan maksud pertemuan itu: Gus Dur mau beli pesawat kepresidenan, yang selama ini memang tidak pernah dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Kebiasaan Gus Dur tetap ampuh, bikin kontroversial di luar negerim dan menimbulkan reaksi di dalam negeri.

Pers Indonesia pun sibuk mengusut rencana pembelian pesawat yang dirasa waktunya sangat tidak tepat itu, Krisis ekonomi saja sama sekali belum terlihat teratasi, kok sekarang Presiden akan beli pesawat pribadi segala?

Di luar dugaan di Jakarta, Menko Perekonomia Rizal Ramli menegaskan uang untuk membeli pesawat yang diinginkan Gus Dur sudah ada dan siap dibelanjakan. Wah, ini makin ganjil. Hal itulah yang menyebabkan kritik publik makin kencang terdengar.

Sampai akhirnya Gus Dur kembali ke Jakarta. Wartawan pun bertanya, "Gus, mengapa Anda merasa perlu membeli pesawat Boeing itu? Gus Dur pun menjawab, "Lho, siapa yang mau beli pesawat?"

Wahyu Muryadi dan Rizal Ramli "kena batunya." Sudah sibuk-sibuk membuat pembenaran untuk membela rencana Gus Dur, eh yang dibela malah membantahnya

Kuli dan Kyai

Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.


Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: "Lho kenapa Anda berkerumun di sini?"

"Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai."(//ahm)